CERITA AIYEP 2021


MENJANGKAU CAKRAWALA DI TENGAH PANDEMI

Oleh : Noviachri Imroatul Sa’diyah

An Investment in Knowledge Pays the Best Interest”
-Benjamin Franklin

Coronavirus Disease 2019 atau yang sering disebut COVID-19 saat ini telah menjadi perbincangan di seluruh penjuru dunia. Selama pandemi COVID-19 ini pula, masyarakat terpaksa untuk tetap #DiRumahAja demi memutus rantai penyebaran virus, tak terlepas, mahasiswa. Selama masa pandemi, kegiatan mahasiswa secara tatap muka sangat terbatas. Namun, apakah hal ini menjadi penghalang untuk menjangkau cakrawala dan melihat dunia yang lebih luas?

Halo! Nama ku Noviachri Imroatul Sa’diyah. Teman-teman biasa menyapaku, Via. Saat ini, aku sedang menjalani hari sebagai mahasiswa semester 6, program studi S1 Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Sastra, Universitas Negeri malang. Pada bulan Januari 2021 lalu, aku baru saja menyelesaikan Program Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN), tepat nya sebagai delegasi Indonesia untuk Australia-Indonesia Youth Exchange Program (AIYEP) 2020/2021 secara VIRTUAL. Yes! Program ini diadakan secara virtual! Kebayang gak sih, exchange program tapi virtual? Aku juga enggak kebayang sama sekali kok sebelum nya, sampai saat merasakannya sendiri!

AIYEP merupakan Program Pertukaran bagi pemuda Australia-Indonesia yang bertujuan untuk memberikan peluang bagi 18 pemuda Australia dan 18 pemuda Indonesia melalui pertukaran sosial, profesional dan budaya. Program ini di sponsori oleh Kementrian Pemuda dan Olahraga RI dan Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) of Australia. Normal nya, program ini diadakan selama 4 bulan. 2 bulan di Australia, dan 2 bulan di Indonesia. Namun, karna pandemi COVID-19, AIYEP 2020/2021 diadakan secara virtual selama 7 minggu. Mulai dari 16 November 2020-4 Januari 2021.

Meskipun diadakan secara virtual, kegiatan AIYEP  2020/2021 #VirtualExperience ini masih terbilang cukup padat dan memberikan banyak sekali pembelajaran untuk pengembangan diri dan profesionalisme!

  1. Webinar: Mengikuti 13 webinar dari berbagai topik serta menghadirkan narasumber yang kompeten di bidang nya.

  2. Mentorship: Mentorship menjadi sub-program yang ada di AIYEP Virtual sebagai pengganti program "host family". Pada sub-program ini, tiap delegasi dan counterpart mendapatkan satu mentor yang sesuai dengan minat dan profesionalitas. Tiap delegasi diarahkan untuk meningkatkan kemampuan dan kompetensinya.

  3. Internship: Mendapatkan penempatan kerja selama 3 minggu secara virtual yang disesuaikan dengan background studi maupun minat. Alhamdulillah, aku berkesempatan untuk magang di City of Melton, Victoria.
  4. Virtual Courtesy Call: Mengikuti sesi kunjungan secara virtual ke kediaman Governor General of Australia, David Hurley. 

  5. Virtual Cultural Performance: Para delegasi menampilkan penampilan budaya di lokasinya masing-masing. Penampilan budaya ini ditampilkan pada beberapa virtual meeting. 

  6. Counterpart Activity: Aktivitas dengan counterpart dilaksanakan secara daring. Melalui aktivitas ini, tiap delegasi dapat saling bertukar cerita tentang program ataupun tentang banyak hal dengan counterpart nya masih-masing. Counterpart-ku bernama Jayne Fendyk. Ia merupakan seorang Policy Officer di DESE of Australia dan merupakan lulusan Politics and International Relations di University of Melbourne. Hingga saat ini, kami masih keep in touch. Benar benar seakan mendapat sahabat dan saudara baru! 

  7. Social Impact Project: Delegasi Indonesia dan Australia berkolaborasi menciptakan satu gagasan untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada disekitar. Gagasan ini dibentuk berdasarkan tujuan SDGs tahun 2030. Aku tergabung dalam SDGs no. 4 yaitu Quality Education. 

Merupakan pertama kali nya dalam sejarah, AIYEP dilaksanakan secara virtual. Jika ditanya bagaimana perasaanku saat itu, rasanya campur aduk sekali! Namun, seperti sebuah kalimat yang pernah ku dengar, “Tuhan akan selalu punya ketentuan, namun kita punya pilihan”. Allah punya ketentuan dengan pandemi ini, namun sebagai hamba, kita masih dan akan selalu punya pilihan untuk stuck di tempat, atau bergerak mencari ruang pembelajaran baru. Selain daripada itu, aku percaya bahwa; something happen with a reason. AIYEP #VirtualExperience tetap memberikan banyak sekali kebaikan setelahnya, dan aku sangat bersyukur akan hal-hal itu. Banyak sekali proses pembelajaran yang telah kujalani. Menjadi diri yang lebih baik, bahkan sejak tahap seleksi di tingkat provinsi.


Terima kasih, provinsi Riau, telah memberikan kesempatan untuk-ku membawa nama baik-mu. Memberikan kesempatan untuk meraih salah satu mimpi, menjangkau cakrawala, serta membuka mata bahwa dunia ini tak sebatas ruang kelas. Dunia ini begitu luas.

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tips Doa Lulus Ujian

Kelas Terkece

Rekomendasi Novel Favorite