Rekomendasi Novel Favorite



Halo Manteman!

Di kegabutan hari ini, aku ingin merekomendasikan beberapa Novel Indonesia yang aku suka. Ulasan ini akan bersifat subjektif yaa. Jadi kalo yang menurut ku bagus dan aku suka, belum tentu kalian juga akan suka. Disini aku juga akan menuliskan review singkat dan sedikit pendapat mengenai novel tersebut. Ohiya, untuk rekomendasi novel ini, memang sengaja aku buat berbeda postingan. Menyesuaikan genre nya, hehe. untuk kali ini, aku akan merekomendasikan Novel Indonesia ber-genre Romance Spiritual.
1. Bidadari Bermata Bening - Habiburrahman El Shirazy


"Dengar, demi Allah, jika aku jadi suamimu, aku janji akan memuliakan kamu, apapun yg kamu pinta akan aku turuti selama aku mampu. Kau akan menjadi perempuan paling berbahagia karena mendapatkan curahan cinta dan kesetiaan paling besar yang dimiliki seorang lelaki kepada perempuan di atas muka bumi ini. Aku akan berusaha dengan seluruh kemampuanku untuk membahagiakan kamu. Sebab aku sangat mencintai kamu. aku akan menjagamu lebih dari menjaga diriku sendiri. aku akan menghormatimu seperti para nabi menghormati istri mereka" -Gus Afif (Bidadari Bermata Bening, Hal. 154-155)
            Dari sekian banyak percakapan di Novel ini, kalimat diatas adalah bagian favorite ku. Bagaimana tidak, janji yang dilontarkan Gus Afif begitu manis dan tulus. Aku pun kalau jadi Ayna mungkin akan senyum terus sampai gak tau berapa lama. Sayangnya, menurut Ayna sendiri, janji Gus Afif itu terasa tidak pantas dan tidak cocok untuk diterima nya. Aku bisa mengerti. Ayna pasti merasa dirinya hanya butiran debu untuk Muhammad Afifuddin yang seorang Gus. Anak seorang pimpinan Pondok Pesantren yang Cerdas dan Tampan. Tak ada yang meragukan kesempurnaan Gus Afif. Namun, apalah Ayna yang hanya seorang anak yatim piatu. Walaupun selama tinggal di Pondok Pesantren Ia menjadi kesayangan bu Nyai karna Cerdas dan berakhlak baik. Justru itu yang membuat nya rendah diri. 
            Sejujurnya, aku lebih merasa buku ini adalah buku motivasi hidup dibandingkan sekadar hanya menceritakan kisah cinta Afif-Ayna yang (memang) sangat apik dan menarik. Perjalanan hidup Ayna yang berat dan penuh lika liku serta bagaimana cara Gus Afif mengikhlaskan cinta nya. Aku banyak belajar. Seorang Ayna yang tangguh, kuat, dan hebat. Perempuan yang cerdas namun tak lupa kodrat nya sebagai wanita. Bagimana santun nya ia, namun mampu bertindak tegas di waktu yang tepat. Lalu Gus Afif. Lewat buku ini, aku turut merasakan bagaimana sakit nya Gus Afif yang sulit menerima keputusan orang tua nya, atau bagaimana Ia kesakitan tak mampu bersama orang yang dicintai nya. Gak tega akutuuu:(
Buku ini benar benar penuh hikmah dan pesan. Yang paling sering disebut adalah ucapan bu Nyai terhadap Ayna yang kurang lebih isinya "Sabar Na, jika yang kau inginkan tidak sesuai kenyataan". Ucapan bu Nyai tersebut seperti self Reminder, bahwa apa yang kita mau belum tentu dapat terlaksana. Dan kita harus bersabar dan yakin bahwa Allah akan beri ganti dengan yang lebih baik. Selain itu, buku ini juga menceritakan bahwa cinta tak harus memiliki. Namun ketika tidak memiliki dan tidak dapat menggenggam nya, kita harus tetap yakin bahwa Allah akan menjawab doa kita. Tugas kita hanya memperjuangkan yang terbaik maka Allah akan memberi hasil yg terbaik pula. Dari Ayna pula aku belajar. Bahwa bisa jadi, menjadi perempuan yang cerdas adalah idaman lelaki EHHHH BUKAN BUKAN hehe becanda. Maksudnya, menjadi perempuan yang cerdas dan berakhlak baik mampu membawa mu ke kehidupan yang lebih nyaman. Yang mampu membawa mu keluar dari jeruji kesengsaraan. Sepenting itu, menjadi perempuan yang cerdas dan berakhlak.

2. Cinta Dalam Diam - Shineeminka




“Hatiku berdesir sakit saat tiba tiba bacaan Alquran Mas Ali terdengar gamang. Suara yang sebelumnya terdengar tegas berubah lirih. Mas Ali menangis. Ia menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya, bahunya bergetar hebat....  Bacaannya belum selesai.” –Zahra (Cinta Dalam Diam, Hal. 160)
                Buku yang kedua ini berjudul Cinta Dalam Diam karya Shineeminka. Diadaptasi dari aplikasi Wattpad dan sudah dibaca lebih dari 3 juta kali. Awalnya, aku pun membaca buku ini dari wattpad. Bahkan Novel ini lah bacaan pertama ku di wattpad. Makanya sangat berkesan, apalagi isi nya sangat bagus. Aku masih ingat ketika baca novel ini hingga tengah malam, sampai menangis tersedu sedu (halah) karna aku seakan turut merasakan apa yang dirasa Zahra. Lalu ketika buku ini naik cetak, tanpa pikir panjang aku langsung memutuskan untuk beli. Tidak pernah menyesal. Karna buku ini bagus banget!
            Konflik besar cerita nya sebetulnya sederhana dan ku akui, cukup mainstream. Konfliknya seperti yang sedang hangat dibahas akhir-akhir ini, Poligami. Namun jalan cerita yang dibuat kak Shineeminka ini sangat baik. Ia menuliskan nya dengan sangat apik. Favorite ku adalah bagian dimana Ali menangis karna ...... (aku tidak mau spoiler haha) aku gabisa bayangin cowok nangis, jadi yaa mohon maaf baca gitu doang ikutan nangis:(  Kemudian, karna konflik nya tidak sulit, aku pun sangat enjoy saat membaca. Walaupun ceritanya juga Marriage Life, aku yang saat itu peratma kali baca masih berumur 17/18 tahun juga bisa mencerna tulisan dan bahasan nya. Aku benar benar banyak belajar dari Zahra. Ia selalu berusaha untuk terus menjadi muslimah yang baik. Seakan mengajak kita pula untuk bersama sama berhijrah. Salah satu hal yang juga menguatkan ku dan self reminder ku yaa Zahra ini. Yang baik hati nya, kuat, ikhlas, lembut dan sabar. Aduh ini Zahra beneran yaa kenapa jadi perempuan kok sabar banget:’) Just can’t imagine if i’m in her postion.

3. Aliandra - Shineeminka


Ini adalah buku kedua kak Shineeminka yang aku baca. Menceritakan seorang perempuan yang tinggal di sebuah Klub Malam dan bertemu dengan seorang pengusaha muda yang dingin. Sebenarnya aku bingung mau gimana bahas jalan ceritanya. Karna buku ini panjang dan ada beberapa konflik besar. Aku kira, konflik di awal sebelum Alka dan Aliandra menikah sudah cukup besar untuk buku ini. Namun ternyata aku salah. Masih ada beberapa konflik lagi hingga mereka menikah dan punya seorang anak. Huhu kasihan.
Bagian favorite ku adalah ketika Alka menjemput kembali hidayah nya sebelum ia menikahi Aliandra. Aku tidak menyangka, se sakit sakit nya derita hidup yang ditanggung Aliandra, ternyata derita hidup yang dilalui Alka lebih menyakitkan. Pantas kalau Alka menjadi begitu jauh dari Allah. Kesakitan dalam hidupnya membuat nya tak percaya dan tak lagi yakin pada Tuhan yang Maha Esa.

4. Mahar Untuk Maharani - Azhar Nurun Ala


Para pecinta sejati tidak suka berjanji. Tetapi, ketika mereka memutuskan untuk mencintai, mereka akan segera membuat rencana untuk memberi” (Mahar Untuk Maharani, Hal. 105)
Aku suka banget sama buku ini! Beneran:’) Ceritanya sederhana. Begitu dekat dengan pembaca, setidaknya menurutku. Tentang isu-isu umum yang sering dipertanyakan pada masanya. Tentang perjuangan masing-masing jiwa. Ada yang berjuang dengan usaha. Yang lainnya berjuang dengan menjaga. Namun sebaik-baik usaha menjaga itu, saat tiba masa nya sudah tak mampu lagi berbuat apa-apa selain menerima yang digariskan. Semoga yang sedang berupaya memperjuangkan diberikan hasil yang tidak mengkhianati dirinya. Selepasnya, semoga diberikan penerimaan yang luar biasa besar. Pun untuk tokoh Salman. Kepada Maharani, 'kau sudah berusaha menjaga dalam penantian yang tidak mudah, tidak apa'.
Sayangnya, aku tidak suka endingnya! Yah walaupun ada buku kedua nya ni, yang judul nya “Lelaki Pilihan Maharani”, tapi yaa aku juga belum baca. Udah dapet spoiler sih dikit dikit hehe. yasudah, monggo dibaca. Ceritanya ringan dan suitable kok buat kita yang masih remaja menuju dewasa, hehe.

5. Trilogi  Negeri 5 Menara - Ahmad Fuadi
Buku pertama adalah Negeri 5 Menara. Buku bergenre Spiritual pertama yang aku baca. Dan aku tidak yakin, di Negeri 5 Menara ini ada Romance juga heuheu. Adasih, tapi Cuma sedikit. Banyak nya nanti, di Novel ketiga nya. Ohya, Kalau ndak salah, aku baca buku Negeri 5 Menara ini waktu masih kelas 5 SD gitu. Iyaa, kalau di fikir fikir  bacaan ku waktu masih kecil kok udah agak berat gitu yaa:’) aku masih ingat, ibu ku beliin buku ini sepulang nya beliau dari Padang. Saat itu, ibuku sedang menempuh pendidikan magister nya di Universitas Negeri Padang. Yang aku ingat, beliau hampir bisa dapat tanda tangan sang penulis, Ahmad Fuadi yang dihari itu sedang bedah buku di Padang. Tapi gajadi karna sudah pesan travel pulang hari itu. Yasudah.
Aku juga masih ingat, di tahun tahun aku SD itu orang orang menjadi gencar dengan kalimat penyemangat yang ada di buku Negeri 5 Menara. Man Jadda Wajada- Barang siapa yang bersungguh sungguh akan berhasil. Dimana mana terngiang kalimat ini. Kemudian, buku ini juga menjawab rasa penasaranku. Akhirnya aku tahu bagaimana kehidupan di pesantren yang sangat mendunia itu. “Gontor”. Yang selama ini sudah banyak menelurkan orang-orang hebat di negeri ini. Dari buku ini pula, aku jadi termotivasi untuk masuk pondok pesantren. Iyaa, alhamdulillah aku akhirnya juga masuk pesantren, yah walaupun cuma 3 semester aja heuheu.
Selanjutnya, buku kedua. Ranah 3 Warna. Aku baca buku ini saat kelas 2 SMP. Hasil minjem temen sih hehe, dan sampai sekarang aku belum baca lagi. Tapi aku masih ingat bagian mana yang membuatku menangis dan sangat berkesan. Itu adalah bagian dimana Ayah nya Alif meninggal dunia. Wah itu aku nangis sampai ditanyain temen temen ada apa. Dari Ranah 3 Warna ini pula aku belajar tentang kekuatan mimpi dan penting nya kerja keras. Bagaimana Alif bisa menginjakkan kaki 3 tanah berbeda sampai ia berada di Negeri Daun Maple, Kanada. Buku ini juga menjadi salah satu inspirasi dan motivasi ku untuk melanjutkan studi di perntauan dan di luar zona nyaman ku. Merantau ke tanah jawa.
Ranah 3 warna mengajarkan aku bahwa selalu ada buah manis dari kesabaran. “Man Shabara Zhafira” - barang siapa yang bersabar akan beruntung. Aku selalu berusaha untuk menanamkan dalam diri ketika merasa lelah akan aktivitas yang padat, dengan tugas yang seakan ga ada habis nya dan kegiatan organisasi yang alhamdulillah cukup melelahkan. Sabar. InshaaAllah, tak apa lelah asal Lillah.
Dan untuk buku ketiga, Rantau 1 Muara.
Mungkin tujuan yang ingin aku tuju itu adalah ilmu, dan jalan yang aku lalui adalah belajar. Belajar dari buaian hingga liang lahat. Itu doktrin yang aku dapat kan dari pondok madani dulu” –Alif Fikri (Rantau 1 Muara)
Semangatnya Alif yang kesana kemari mencari beasiswa agar bisa melanjutkan pendidikan nya dan menginjakkan kaki di Amerika. Akhirnya berbuah manis. Tak pun lupa ia akan satu lagi mantra yang ia dapat di pondok madani; Man saara ala darbi washala - Siapa yang berjalan di jalannya akan sampai ke tujuan. Mantra yang menuntun Alif untuk sampai pada pencarian hidup yang sesungguhnya, bahwa hidup kita di bumi ini adalah sebagai perantau, bagaimana layaknya perantau, akan tiba saatnya kembali ke akar, ke yang Satu, ke yang awal. Muara segala muara.

Nah teman teman, untuk postingan rekomendasi novel pertama ini cukup segini dulu yaa. Kalau teman teman ada rekomendasi novel bergenre spiritual lagi yang menurut teman teman bagus, boleh nih komentar dibawah. Hehe. terimakasih banyak, dan semoga bermanfaat!


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tips Doa Lulus Ujian

Kelas Terkece