LIFE LESSONS DRAMA REPLY 1988
Sebenarnya drama ini tu keluaran tahun 2015-2016 tapi belakangan ini booming lagi di Indonesia karna ditonton oleh Dian Sastro dan Nicholas Saputra. Tapi emang sih drama ini Worth to watch banget.

Well,
Reply 1988 ini menceritakan tentang 5 orang sahabat yang menghabiskan masa muda
mereka bersama-sama- 4 laki-laki dan 1 perempuan yaitu; Junghwan, Choi Taek,
Choi Sunwoo, Dong Ryeong, dan Deoksun. Mereka hidup bertetangga di Gang
ssangmun-dong, kota Seoul. Masing-masing dari mereka memiliki kelebihan dan
kekurangan masing-masing- baik dalam hal sosial maupun keluarga.
Yang
bikin drama Korea ini menarik adalah pembawaannya itu bikin kita seakan-akan
ngerasain hidup di Tahun 1988, zaman dimana kita merasakan kehangatan
sesungguhnya. karena kan nggak ada smartphone gitu ya jadi hubungan antar
tetangga tuh deket banget. Bukan hanya tokoh anak anak nya, tapi juga orangtua
nya. Dan mereka punya konflik tersendiri, seperti pendidikan, hubungan dengan
keluarga, kisah cinta dan lain sebagainya.
Nah
makanya ada banyak hal yang sebenernya bisa kita pelajari dari drama ini.
Kalau kalian Googling aja itu pasti bakal ada baaanyak banget. Tapi aku hanya akan ceritain tiga aja dari pendapatku pribadi.
1. Parenting atau cara mendidik orang tua ke anaknya.
Nah
dari drama ini kita kan dilihatin 5 keluarga ini punya cara mendidik mereka
masing-masing dalam mendidik anak. Parenting ini membentuk karakter si anak-
bukan hanya kecil tapi bahkan sampai dewasa, karena ini kan pembiasaan di rumah
ya. Salah satu contoh yang bisa jadi bukti, adalah cara Junghwan dan Choi Taek
menyatakan perasaan mereka ke Deoksun.
Salah
satu dari mereka terbiasa jujur, lebih terbuka dalam menyampaikan pikiran nya.
sedangkan yang satu lagi, sebenernya dia nggak pendiam sih-cuman kelihatannya
agak gengsi gitu. Dia peka, langsung dengan tindakan juga- cuman nggak bisa ngomong
secara verbal gitu loh jadi kalo sebagai cewe nih ya, kita kan pasti mau
dikasih kejelasan gak sih hahaha.
Nah akhirnya yang terbiasa terbuka lah yang mendapatkan hati Deoksun.
2. Toxic Positivity Issue.
Isu
Toxic positivity ini diberikan di awal-awal drama.
Jadi
di ceritakan, Choi Taek ini adalah seorang atlet biduk atau atlet Go. Suatu
hari dia kalah main go padahal biasanya menang terus kan. Semua orang di
sekitarnya pelatihnya temen sesama atlet bahkan tetangga-tetangganya yang orang
tua itu mengucapkan hal yang hampir sama “Ah gapapa, enggak harus menang terus.
Semangat yaa”
Padahal
Choi Taek ngerasa kayak ada yang mengganjal gitu di hatinya. Nah ketika dia
ketemu sama temen dekatnya (Jungpal, Sunwoo, Dong Ryeong, Deoksun) mereka
berempat justru marahin Choi Taek “Dih Kenapa sih lu Kok bisa kalah gitu”
Akhirnya mereka nyuruh Choi Taek buat mengumpat aja untuk mengekspresikan
kekesalannya. Bahkan dia harus diajarin dulu cara mengumpat hahaa. Akhirnya dia
merasa lebih lega dan senang.
Menurutku,
isu Toxic positivity ini relate banget di kehidupan kita sehari-hari. Sebagai
manusia kita tuh nggak harus 7 Hari 24 Jam setiap menit setiap detik “good
vibes only” atau selalu merasa bahagia. Enggak.
Karena
kita diciptakan juga dengan banyak emosi, marah-sedih-kesal dan lain sebagainya
dan Nggak papa kok kita merasakan hal itu, Nggak apa-apa kok kita
mengekspresikan hal itu. Tapi tentu tanpa merugikan orang lain yaa.
Bahkan di drama terbarunya Kim so-hyun aja judulnya kan It's okay not to be okay nggak papa untuk merasa nggak baik-baik aja.
3. Percaya diri dan suportif--ya jadi empat deh, tapi beneran deh kayaknya kedua hal ini menurut aku saling terkait gitu.
Jadi
diceritain disini mereka akhirnya sempat kelas 12 juga ya. Akhir masa SMA.
Semua orang ingin melanjutkan ke perguruan tinggi atau menjajaki kehidupan
selanjutnya.
Aku
juga sangat relate dengan ini, kenapa? Karna saat kita kelas 12 kita pasti
merasakan hal yang sama. Kelas 12 itu adalah waktu dimana kita tuh bingung masa
depan kita seperti apa-- mau kuliah di mana--ambil jurusan apa--amau jadi apa--
ketika dewasa nanti kerja dimanaa.
Begitu
juga yang dipikirkan oleh mereka. Mungkin buat Sunwoo dan Jungpal, mereka nggak
perlu sulit berpikir karena mereka pintar jadi mau pilih Kuliah di mana tuh
terasa lebih mudah.
Berbeda
sekali dengan Dong Ryeong dan Deoksun, karena mereka lumayan rankingnya agak
terakhir di sekolah. Tapi at the end of the day, mereka menunjukkan kalau tiap
orang bisa sukses dengan jalannya masing-masing.
Ketika
mereka nggak kuliah, nggak berarti hidup mereka selesai. Bahkan ada satu tokoh
lagi namanya Jung Bong. Dia kakaknya junghwan, udah 7 tahun Gap Year, 5 tahun
nggak lulus-lulus di jurusan hukum, tapi akhirnya dia juga bisa sukses walau
pun kerjaan nya enggak linear dengan kuliahnya.
Apa
itu salah? Enggak.
Setiap
orang berhak menentukan hidupnya masing-masing. Dan ini juga nggak lepas dari
support atau dukungan keluarga dan sahabat yang selalu support mereka, dan
enggak pernah menyalahkan. Menurut aku ini penting banget.
Ada banyak jalan menuju Roma, Ada banyak jalan menuju sukses-- dan setiap orang punya jalannya masing-masing.
Nah itudeh beberapa hal yang rasanya bisa kita pelajari dari drama reply 1988. Aku sangat merekomendasikan kalau kalian punya waktu luang untuk menonton drama ini, karena kita akan dibuat seakan benar benar ikut tumbuh di gang ssangmundong. Walaupun durasinya panjang terus juga ada 20 episode tapi aku jamin kalian nggak akan menyesal.
Komentar
Posting Komentar