Memaksimalkan Peluang untuk Lolos SNMPTN 2019
“Never lose hope,
because it is the key to achieve all your dreams.”
(Jangan pernah kehilangan harapan, karena itu adalah kunci
untuk meraih semua mimpimu).
Assalamualaikum
Halo
Manteman;
Kembali
lagi di blog ku hari ini. Yah, liburan semester ini memang selalu di isi dengan
kegabutan dan hal hal tidak berfedah [nonton, makan, tidur, nonton, makan,
tidur] gitu terus dari fajar sampe senja dan kembali ke fajar lagi (huhuh).
Jadi
biar ada produktif nya sedikit, nulis di blog aja. Hehe
Nah,
kali ini aku mau kasih tips LULUS SNMPTN (serta) Cara Memaksimalkan Peluang
Lulus SNMPTN buat adik adik yang sebentar lagi akan menuju bangku kuliah.
Berhubung juga kemarin adik kelas ku ada nanya masalah ini, dan aku rasa teman
teman yang masih kelas XII juga mungkin butuh ulasan mengenai SNMPTN.
Sumber
ulasan ini aku dapat dari pengalaman pribadi ku. Alhamdulillah aku adalah salah
satu dari ratusan ribu mahasiswa yang lolos SNMPTN 2018. Saat ini aku adalah
mahasiswi Program Pendidikan (Prodi) English
Learning and Teaching –Pendidikan Bahasa Inggris- monmaap ini biar agak
keren aja heuheu- di Universitas Negeri Malang. Selain itu, sumber aku dapat dari
beberapa teman ku yang juga lolos SNMPTN 2018, Youtube, dan ulasan dari
internet seperti dari quipper dan zenius. So, Semoga membantu ya!
Sebelumnya, udah tau kan SNMPTN itu apa dan bagaimana alur nya? SNMPTN merupakan kepanjangan dari Seleksi Nasional Masuk Perguruan
Tinggi Negeri. Berbeda dengan jalur lainnya, SNMPTN merupakan jalur undangan
dan tidak membutuhkan tes atau ujian lagi. Jalur SNMPTN merupakan jalur
nasional pertama yang dibuka untuk masuk ke perguruan tinggi negeri. Baru
sesudahnya SMBPTN dan jalur mandiri menyusul. Salah satu Indeks penilaian
SNMPTN adalah prestasi akademik yang dilihat berdasarkan nilai rapor kamu. Nilai
yang dilihat adalah nilai rapor selama 5 semester, yakni semester I kelas X
sampai semester I kelas XII. Disebut jalur undangan, karna
hanya siswa-siswa tertentu yang bisa mendapatkan undangan SNMPTN. (Quipper,
3/1/2019)
Maksudnya gimana sih kok hanya siswa tertentu? Jadi gini, dalam
SNMPTN itu ada salah satu penilaian pertama –sebelum daftar ke PTN nya- berupa
indeks sekolah (akreditasi). Bentar, aku jelasin sedikit dulu yaa. Jadi
menurutku, di SNMPTN itu ada 2 tahap seleksi. Seleksi tahap satu berupa
pemeringkatan oleh LTMPT dan seleksi Tahap 2 berupa pendaftaran sesuai PTN yang
diinginkan. (bisa di cek di http://snmptn.ac.id/informasi.html?1426322267 )
Oke balik lagi. Berdasarkan pemeringkatan prestasi akademik
yang dilakukan LTMPT, siswa yang memenuhi syarat diizinkan untuk mendaftar
SNMPTN 2019 dengan ketentuan Akreditasi Sekolah:
- Akreditasi A : 40 % terbaik di
sekolahnya;
- Akreditasi B : 25 % terbaik di
sekolahnya;
- Akreditasi C dan lainnya 5 %
terbaik di sekolahnya
Misal, sekolah kamu akreditasi nya
A. Dan siswa yang daftar SNMPTN ada 200 orang. Maka yang lolos menuju seleksi
tahap 2 itu ada 80 orang nilai tertinggi. Dan setauku, ranking ini berupa
ranking paralel. Jadi ranking gabungan dari anak IPA dan IPS.
Selanjutnya untuk seleksi tahap 2
atau seleksi ke PTN yang diinginkan. Kalian harus mampu membuat strategi untuk
bisa lolos SNMPTN. Nilai rapor yang bagus aja ga bisa jadi patokan untuk kalian
bisa lolos SNMPTN atau engga. Karna banyak juga yang nilai rapor nya biasa
biasa aja tapi bisa lolos SNMPTN.
1. Nilai Rapor
Nilai rapor
adalah hal yang paling penting dan poin utama dalam sistem SNMPTN. Nilai yang
biasa lulus SNMPTN itu adalah nilai rata rata rapor yang memiliki grafik naik
sejak semester 1 – semester 5. Tapi kalau pun misal nilai kamu naik turun, it’s okay. Bukan berarti kamu ga punya
peluang sama sekali. Belajar dari aku, pun nilai ku naik turun. Tapi
Alhamdulillah bisa lolos. Hehe. Terus, peluang kamu juga akan lebih besar jika
kamu memilih jurusan yang linear dengan salah satu atau beberapa mata pelajaran
dengan nilai yang tinggi. Misal: nilai Fisika kamu selalu tinggi tiap semester
nya, maka akan lebih besar peluang kamu untuk ambil jurusan Teknik, Fisika
Murni, atau Pendidikan Fisika.
2. Alumni
Banyak juga
yang bilang kalau faktor alumni ini cukup berpengaruh terhadap kelolosan
SNMPTN. Kalau kamu sudah punya alumni di salah satu universitas dan bahkan kamu
ingin berada di jurusan yang sama dengan alumni kamu, itu akan lebih baik dan
lebih besar peluang nya. Tapi sekali lagi, kalo kamu ga punya alumni yo gapapa.
Jangan minder dan pesimis. Aku dan beberapa temanku juga kemarin ga punya
alumni kok, hehe.
3. Lampiran
Lampiran ini
berupa sertifikat kamu selama di SMA. Seperti sertif olimpiade, lomba cerdas
cermat, MTQ, lomba pidato, lomba debat, dll. kalo bisa, sertifikat nya relevan
dengan jurusan yang kamu ambil. Misal; kamu mau ambil jurusan Pendidikan Bahasa
Inggris, nah kamu melampirkan sertifikat lomba pidato bahasa inggris dan lomba
debat bahasa inggris. Ohiya, kalau mau melampirkan sertifikat peserta sebuah
kegiatan juga gapapa kok. Seada nya kamu. Menurutku sih ini bakal ngebantu
banget.
4. Menyusun
pilihan Prodi (Program Studi)/Jurusan
Saranku,
sebisa mungkin kalian ambil jurusan/prodi yang linear dengan jurusan kamu di
SMA. Kalau di IPA ambil jurusan yang saintek dan kalau IPS ambil jurusan yang
soshum. “apa bener bener peluang nya kecil banget kalo lintas jurusan?” yaa
engga juga sih. Peluang nya ada, tapi kalau di fikir fikir nih. Nilai kamu tuh
nanti bakal di ranking juga kan sama yang anak yang jurusan nya linear. Nilai kamu
bisa aja kebanting. Sedikit cerita, kemarin itu aku sempet mau ambil SNMPTN Ilmu
Komunikasi UB. Tapi aku sadar, kalau lewat SNMPTN aku bakal terlempar banget
nih. Jadi aku merasa aku harus bener bener memaksimalkan peluang ku di SNMPTN
dan sebisa mungkin tidak memaksakan kehendak.
Selain itu, dalam menyusun prodi ini JANGAN
BERPATOKAN PADA PASSING GRADE. Hadeeh, beberapa temenku ada yang mengurutkan
pilihan menurut passing grade. Dan itu salah manteman. Aku udah cek di beberapa
web dan itu ga benar. Passing grade hanya untuk SBMPTN dan tidak berlaku untuk
SNMPTN. Jadi kalian mengurutkan nya sesuai minat kalian yaa, tapi harus masuk
akal dan tidak memaksa.
Ohiya, kemarin adik kelas ku juga tanya untuk
bisa lolos PTN di Jawa. Yaa mon maap nih yaa. Buat ku dan adik adik kelas ku,
tembus PTN di jawa itu butuh effort yang
besar. Ga semudah teman teman mungkin. Sekolah ku ga se favorite sekolah teman
teman, hanya madrasah swasta yang sempat di pandang sebelah mata. Tapi aku
bersyukur, madrasah swasta tempat aku menempa diri ini mampu membawa ku terbang
jauh dan melanjutkan studi di lembaga kampus keguruan tertua di Indonesia,
Universitas Negeri Malang. [yah jadi
curhat dikit nih yaa hwehe] Owkayy, balik lagi nih. Kalau kamu mau coba ambil
PTN di Jawa ataupun PTN diluar provinsi kamu, kamu harus meletakkan PTN
tersebut di pilihan pertama. Kemudian baru PTN di provinsi asal kamu.
5. Jangan Memaksa kan kehendak
Nah ini penting juga manteman. Seperti yang
sudah aku singgung sebelumnya. Dalam SNMPTN, kalian gaboleh memaksakan kehendak
kalian aja. Harus berfikir rasional. Kebanyakan dari kegagalan dalam
SNMPTN itu karna kurang nya kesadaran
diri. Mungkin merasa bahwa nilai nya udah bagus jadi maksa buat masuk univ dan
jurusan super favorite. Misal; nilai 90, gapunya sertif apa apa, dan kekeuh buat daftar FK UI. Kan ya bunuh
diri:( yaa semampu kita lah. Orang lain juga kan pasti ada yang nilai nya jauh
lebih tinggi. Jangan kemakan gengsi:(
6. Blacklist atau tidak
INI JUGA TIDAK KALAH PENTING. Haduh, ini
kelihatan nya simple tapi bisa jadi batu sandungan yang amat menyakitkan. Nilai
kita udah mumpuni, univ yang kita tuju juga rasa nya sudah cocok dengan nilai. Tapi,
ternyata sekolah kita di blacklist! Menyakitkan ga tuh? Jadi, coba di tanya
dulu ke guru BK sekolah kamu sebelum kamu submit PTN yang kamu mau. Atau kalau
di beberapa sekolah boleh coba tanya ke staf Ruang Tata Usaha mengenai hal ini.
Apakah sekolah kita sedang di blacklist oleh univ univ tertentu? Mungkin karna
tahun sebelumnya ada kakak kelas yang ga ngambil kursi nya. Ya begitu dah.
Jadi ini beberapa tips dalam memaksimalkan
peluang untuk lolos SNMPTN 2019. Yuk maksimalkan peluang yang ada agar bisa
merebut kursi di PTN impian! Apalagi, kuota SNMPTN tahun ini sudah diturunkan
loh. Jadi, semoga ulasan ini bisa membantu kamu, dan semoga bermanfaat! kalau ada hal hal yang mau ditanyakan lagi, boleh komen di bawah yaa, hehe. Terimakasiiih :)

Komentar
Posting Komentar